Senin, 01 Desember 2014

Pertama kali kompetisi espresso di Medan

salah satu peserta kompetisi espresso
Ada yang unik dalam perayaan “Hari Pohon Sedunia” di kota Medan-Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu, yakni kompetisi espresso. Bertempat di Taman Budaya – Medan, pada tanggal 21 November lalu sebanyak 15 orang turut sebagai peserta yang berasal dari mewakili barista coffee shop dan barista dari perusahaan eksportir. Kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, dan Society Indonesia Environment Jurnalism (SIEJ)ini mengambil tema “Berdampingan, Bermanfaat, Lestari” dimana kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran para konsumen untuk lebih perduli kepada pohon dan lingkungan. Sebab keberadaan pohon telah memberikan banyak sekali manfaatnya kepada manusia, misalnya oksigen dan kopi tentunya.

Minggu, 05 Oktober 2014

Pesta Kopi Rakyat - 2014



Photo by Syahrul Jalal

Jam 13.00 wib, sebanyak lebih kurang 250 anak-anak sekolah dasar telah berkumpul di halaman Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta SRO di Desa Matiti 1, Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan. 200 orang dari antara mereka merupakan peserta lomba yang sudah tidak sabar memasuki ruangan kelas.

Hari itu Sabtu, 27 September 2014 sedang dilakukan perhelatan perayaan Hari Kopi Internasional yang dilaksanakan oleh Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU) dan Koperasi Hutan Mas. Selain itu kegiatan ini juga didukung oleh Harian Medan Bisnis, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) Medan, dan Koran Komunitas Barita Humbang sebagai media partner.

Momentum ini dijadikan sebagai ajang penghormatan bagi para petani kopi terutamanya yang berada dikabupaten Humbang Hasundutan dan sekaligus membangun rasa percaya diri kaum tani kopi untuk terus berbuat dan berkarya. Sehingga judul dari kegiatan ini diawali dengan “Pesta”, dimana para keluarga petani kopi bisa bergembira bersama-sama baik melalui perlombaan-perlombaan maupun hiburan.

Rabu, 01 Oktober 2014

Wisata Kopi Dolok Sanggul

Peserta berpose dikampung tua
Sekitar jam enam pagi tanggal dua tujuh dibulan september lalu dimana kabut masih menyelimuti desa Matiti yang berada di Kecamatan Dolok sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, sebuah minibus berhenti tepat didepan kantor koperasi kami (Koperasi Hutan Mas). Satu persatu terlihat keluar para penumpang yang menuruni tangga bus, nampak tua-muda serta perempuan-lelaki.

Selamat datang ditempat kami!

Minggu, 31 Agustus 2014

Manggang Kopi (sesi pembelajaran)



Salah satu peran penting untuk menghadirkan kopi enak dicangkir anda adalah proses pemanggangannya, atau bahasa kerennya roasting coffee. Si Roaster – orang  yang melakukan pekerjaan pemanggangan, berusaha mengekplorasi karakter biji kopi yang akan disruput oleh para penikmat. Dari hasil tangan merekalah kemudian orang dapat menilai bahwa kopi yang diminum enak atau tidak.

Rabu, 20 Agustus 2014

69 Tahun Kemerdekaan RI



Merdeka..! Merdeka..!

Menjadi pekik pembuka saat dilakukan edukasi kopi di sebuah perkampungan pinggir sungai Deli-kota Medan, tanggal 17 Agustus 2014 lalu. Diselah-selah keriuhan orang dewasa, remaja, dan anak-anak warga Kampung Aur yang mengikuti dan menyaksikan berbagai perlombaan yang disuguhi oleh panitia kemerdekaan, ada even yang agak beda tahun ini “Kemerdekaan Dari Secangkir Kopi” judulnya.

Meski disebuah komunitas yang kecil dan waktu yang singkat, Kopi Tao (kopi Dolok Sanggul) hadir memberikan pengetahuan tentang kopi dan melakukan simulasi kecil tentang manual brewing dengan alat Mocca pot, Vietnam Drip, French Press, dan V60. Seluruh mata memandang kearah panggung dimana kami berdiri. Semoga pesan sampai, semoga mereka bisa memahami tali rantai konsumen dan petani.

Kita adalah bangsa yang berlimpah, namun sayang tak banyak yang menikmati. Sore itu dengan riak gemercik air sungai, warga menikmati suguhan kopi dengan kualitas terbaik. Diantara mereka ada yang menanyakan harga kopi, tapi sebuah senyum adalah jawaban terbaik. Diantara mereka ada yang bercerita betapa kopi pake gula tak baik dan sekali lagi senyum menjadi pilihan ramah bersama warga.