Senin, 25 Mei 2015

Nabung Kopi di Koperasi Hutan Mas


Di Desa Matiti, kecamatan Dolok Sangul, Kabupaten Humbang Hasundutan, terdapat sebuah koperasi yang terbilang masih ranum karena usianya baru beranjak empat tahun. Koperasi Hutan Mas namanya, adalah sebuah unit usaha bagi 100 orang petani kopi. Koperasi ini diprakarsai oleh lembaga Komunitas Peduli Hutan Sumatera utara (KPHSU) dalam rangka pengelolaan hutan berbasis masyarakat awalnya.

Kamis, 14 Mei 2015

Luwak Kopi Tao Ditangani Profesional

Pada tanggal 13 Desember 2014 lalu, Lembaga Sertifikasi Profesi Kopi Indonesia (LSPKI) telah menerbitkan Sertifikat Kompetensi kepada 2 (dua) orang pekerja Kopi Tao yakni kepada sdr. Jimmy Panjaitan dan Kusnadi Oldi. Ke-dua orang tersebut telah berkompoten dalam pengolahan kopi khususnya kopi Luwak berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan oleh Assesor LSPKI. Adapun unit kompotensi yang diuji adalah, Mengumpulkan Biji Kopi dari Feses Luwak, Pembersihan Biji Kopi, Pengupasan Biji Kopi, Sortasi, Penyimpanan Biji Kopi, dan Penyangraian.

Perolehan sertifikat kompettensi ini tentu saja menjadi sebuah kebanggaan bagi Kopi Tao karena menghadirkan kopi Luwak bagi para konsumen sesuai dengan standar yang dikerjakan oleh tangan-tangan profesional. Dengan demikian kami juga semakin mantap mempersiapkan diri menghadapi persaingan pasar bebas Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada tahun 2016 mendatang, khususnya untuk sektor komoditi kopi. Apalagi saat ini banyak konsumen kopi yang kandung mencintai kopi Luwak merasa kecewa dan atau khawatir terhadap keaslian produk yang dijual oleh para pengusaha retail kopi.

Meskipun demikian, bukan berarti kami mengklaim bahwa produk kopi Luwak kami adalah yang terbaik dibandingkan produk lain. Tapi yang pasti bahwa kami memberikan sebuah jaminan/garansi - tidak hanya sekedar melalui lisan atau tulisan - bahwa kopi Luwak yang kami produksi diproses dengan benar dan kopinya asli kopi Luwak bukan campuran. Sertifikat Kompetensi itu menjadi buktinya.

Jika kita merujuk pada pengolahan khususnya kopi Luwak, maka akan sulit membedakan secara fisik antara buji kopi luwak dengan biji kopi yang reguler. Demikian juga soal rasa, jika kita hanya sesekali menikmati kopi luwak (apalagi tidak bisa memastikan keasliannya) maka sulit juga untuk membedakannya dengan rasa kopi premium. Pesan kami adalah, pastikan produk yang anda beli sehingga tidak dirugikan.



              
  


Rabu, 18 Maret 2015

Belajar "Test Cupping"


Pada tanggal 23 bulan Pebruari tahun 2015, pukul 11 siang bertempat di markas Kopi Tao dilakukan kegiatan Test Cupping, yakni sebuah kegiatan untuk menilai/menguji citarasa dari karakter sebuah kopi. Kegiatan ini sesungguhnya bertujuan untuk menjalin silahturahmi antar penggiat kopi (small holder) yang berada dikota Medan sembari meningkatkan kapasitas. Sesuai dengan judul dan lokasi kegiatan maka kopi yang akan diuji adalah kopi arabika asal Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Adapun kopi Dolok Sanggul yang disajikan untuk diuji terdiri dari;

Rabu, 11 Februari 2015

Testimoni Karakter Kopi Dolok Sanggul

Berikut ini hasil penilaian dari para roaster yang berada diluar sana tentang kopi Dolok Sanggul:

1.     CQ Coffee Roasters (Bedford, New Hampshire)
ROAST: Medium-Light
AROMA: 9
ACIDITY: 9
BODY: 8
FLAVOR: 9
AFTERTASTE: 8

Penilaian:
Tetes tebu, segar-potong cemara, pepaya, jeruk rempah-rempah dan
kue, seperti rasa mint, aroma dan manis-kencang. Secara keseluruhan terang, keasaman menarik dimulut ringan seperti sirup. Flavor mengkonsolidasikan namun tetap kaya di tempat yang bersih, selesai dalam.

Senin, 01 Desember 2014

Pertama kali kompetisi espresso di Medan

salah satu peserta kompetisi espresso
Ada yang unik dalam perayaan “Hari Pohon Sedunia” di kota Medan-Sumatera Utara beberapa waktu yang lalu, yakni kompetisi espresso. Bertempat di Taman Budaya – Medan, pada tanggal 21 November lalu sebanyak 15 orang turut sebagai peserta yang berasal dari mewakili barista coffee shop dan barista dari perusahaan eksportir. Kegiatan yang diprakarsai oleh Komunitas Peduli Hutan Sumatera Utara (KPHSU), Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumut, dan Society Indonesia Environment Jurnalism (SIEJ)ini mengambil tema “Berdampingan, Bermanfaat, Lestari” dimana kegiatan ini bertujuan untuk membangun kesadaran para konsumen untuk lebih perduli kepada pohon dan lingkungan. Sebab keberadaan pohon telah memberikan banyak sekali manfaatnya kepada manusia, misalnya oksigen dan kopi tentunya.